Gelembung-gelembung udara di pinggir Pulau Mioswar di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, tidak lagi istimewa bagi warga setempat. Demikian pula dengan aliran air hangat beraroma sulfur yang mengalir dari dalam hutan dan berakhir di laut. Sejak lahir, Markus Wandau (60), warga setempat, menganggapnya sebagai peristiwa alam biasa. Ia bahkan hanya menanti di perahu cepat Geelvink Baai saat mengantar tim Kompas berendam menikmati air hangat itu.

Anda harus memiliki akun dan berlangganan salah satu paket di Gerai Kompas untuk melanjutkan membaca. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses ke semua berita bebas akses selama 7 hari!