Dua puluh enam tahun lalu, Christopher E Brown datang ke Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, untuk menyelam dan membuat usaha wisata. Namun, dia salah perhitungan karena peliknya masalah lingkungan yang terjadi di sana. Masalah itu yang mengikat hidupnya dengan tanah Buleleng.

Anda harus memiliki akun dan berlangganan salah satu paket di Gerai Kompas untuk melanjutkan membaca. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses ke semua berita bebas akses selama 7 hari!