Wakatobi menyimpan sejuta pesona wisata, mulai dari keindahan wisata bawah laut, wisata pantai, peninggalan bersejarah, hingga seni budaya. Setelah ditetapkan sebagai salah satu dari sepuluh destinasi wisata prioritas oleh pemerintah pusat, Wakatobi terus berbenah.

Wakatobi pada 2016 memang ditetapkan pemerintah menjadi salah satu dari sepuluh destinasi pariwisata prioritas di Indonesia. Destinasi prioritas lainnya adalah Borobudur, Danau Toba, Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru; Pulau Komodo, Pulau Seribu, Tanjung Kelayang, Mandalika, Wakatobi, Morotai, dan Tanjung Lesung.

Data dari Taman Nasional Wakatobi memperlihatkan betapa Wakatobi layak dijadikan destinasi pariwisata prioritas. Dari 820 jenis karang yang ada di dunia, 750 jenis karang (90 persen) di antaranya ada di Wakatobi. Dengan demikian, 90 persen jenis karang di dunia terdapat di Wakatobi.

Kompas/Heru Sri Kumoro

Kondisi bawah laut di titik penyelaman Kaombo Wali 03 di Desa Wali, Binongko, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Rabu (27/9). Titik penyelaman ini merupakan area perlindungan adat atau kaombo yang diberlakukan sejak tahun 2015. Masyarakat menutup perairannya dari aktivitas penangkapan dan eksploitasi lainnya.

Selain itu, Wakatobi juga menjadi salah satu tempat penyelaman kelas dunia, world class diving site. Terdapat puluhan lokasi selam dan operator wisata selam yang siap memanjakan wisatawan menikmati surga bawah laut.

Di Wakatobi juga terdapat suku Bajo yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya di atas laut. Keunikan adat budaya mereka memiliki daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan lokal ataupun mancanegara. Potensi keunikan wisata laut dan budaya tersebut mengantarkan Wakatobi ditetapkan sebagai Cagar Biosfer Bumi Ke-8 di Indonesia oleh UNESCO pada 2012.

Kepulauan Wakatobi terdiri atas empat pulau.

Pulau Binongko

Pulau ini sangat populer disebut sebagai ”Pulau Karang” karena memang mayoritas permukaan tanahnya dari karang. Pulau ini juga minim infrastruktur. Meskipun demikian, pulau ini menawarkan sejumlah wisata laut dan wisata bersejarah.

Titik Lokasi Situs Keramat di Pulau Binongko

[kompas-google-maps id=”map-canvas”]

×

Terdapat sejumlah lokasi penyelaman di Pulau Binongko, antara lain Cowo Dive, Fish Wall, Cavern Wall, dan Koko Reef. Namun, ada pula sejumlah lokasi ataupun wilayah perairan yang dilarang dimasuki, termasuk dilarang diselami, karena masuk wilayah kearifan lokal kaombo.

Wisata di darat yang menarik perhatian antara lain adalah panorama Puncak Koncu Kapala Wali, Pantai Palahidu, Pantai Pasir Panjang, Pantai Yoro, Pantai Buku, Pantai Wee, dan Pantai Belaa. Selain itu, terdapat sejumlah situs keramat di Pulau Binongko, antara lain Kuburan Jmapu, Benteng Taduna, Sasi Adat Wali, Pantai Mbara-mbara, Pantai Latuempo, Hutan Latuempo, Pantai Sampua Bueya, Mangrove Sampua Bueya, Goa Waode Goa, Makam Waode Goa, Lawa Koncu Patua Wali, Makam La Simbou Mane, Lawa La Simbou Mane, Masjid Tua Koncu Kapala, Baruga Koncu Kapala, Lawa Warido Mata, Lawa Watumbero, Goa Lasikori, Lawa Lapungga, Hutan Lapungga, Hutan Bambubaruga Tua Lapungga, Wa Jiro, Benteng Fatiwa, Topa Raja, dan Topa Surabi.

Sejumlah lokasi yang dianggap keramat tersebut merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat Binongko. Masyarakat juga masih menjunjung tinggi peninggalan leluhur setempat karena dipercaya sebagai peninggalan Kerajaan Binongko di masa lalu.

Pulau Tomia

Pulau Tomia menjadi destinasi wisata yang sangat populer di Wakatobi. Di pulau ini juga terdapat Bandara Maranggo, yang mampu menjadi lokasi pendaratan pesawat ukuran kecil. Sayangnya, bandara kecil ini belum melayani rute penerbangan reguler nasional. Padahal, jika dibuka untuk penerbangan regular, bandara ini berpotensi menambah jumlah wisatawan di Wakatobi.

Kompas/Ingki Rinaldi

Salah satu sudut Desa Kulati di Pulau Tomia, Kabupaten Wakatobi, Jumat (15/9).

Tujuh lokasi penyelaman yang populer di pulau ini adalah Roma Dive Spot, Marimabok Dive Spot, West ”38” Fun Divespot, Aly Reef Dive Spot, Wakatobi Dive Spot, Table Coral Dive Spot, dan Wreck Huntete Dive Spot.

Wisata pantai yang populer di pulau ini di antaranya Pantai Onemoba’a, Pantai Lakota, Pantai Huntete, Pantai Hondue, Pantai Soha, dan Pantai Waitii. Selain pantai, Pulau Tomia mempunyai obyek sejarah lain, seperti Benteng Rambi Randa, Makam Ince Sulaiman, Benteng Suo-suo, Benteng Patua, dan Masjid Tua Onemay.

Pulau Kaledupa

Pulau Kaledupa memiliki sejumlah titik selam yang menggoda wisatawan. Sejumlah lokasi penyelaman adalah Buoy 1, Buoy 2, Buoy 3, Buoy 4, Buoy 5, Bay Batfish, Inner Pinnacle, Outer Pinnacle, Ridge 1, Coral Garden, Aquarium, Blue Hole, North Wall 2, Sampela Buoy 1, Sampela Buoy 2, Kaledupa Buoy 2, dan Kaledupa Double Spur.

Kompas/Danu Kusworo

Nelayan suku Bajo mencari ikan dengan perahu tradisional mereka di sekitar Pulau Kaledupa, Kabupaten Wakatobi.

Sejumlah pulau kecil di sekitar Pulau Kaledupa juga merupakan lokasi eksotis untuk menyelam. Pulau Hoga, salah satu pulau kecil di sisi timur laut Pulau Kaledupa, misalnya, menawarkan titik selam yang sering dikunjungi wisatawan dalam negeri dan mancanegara.

Pulau Kaledupa juga mempunyai beberapa destinasi pantai menarik, di antaranya Pantai Sombano, Pantai Peropa, dan Pantai Langgira. Wisata lain yang cukup populer di pulau ini adalah Danau Sombano, Goa Alam Sangka’anukiye, dan Goa Alam Derawa.

Selain itu, ada juga sejumlah benteng dan tempat wisata bernilai sejarah, di antaranya Benteng Togo dan Masjid Tua, Benteng La Donda, Makam Tua (Makam Imam Fada), dan Rumah Adat Kamali Palea.

Pulau Wangi-wangi

Pulau Wangi-wangi, yang juga disebut oleh masyarakat setempat sebagai Pulau Wanci, merupakan gerbang utama menuju Taman Nasional Wakatobi. Pusat administrasi Kabupaten Wakatobi juga ada di pulau ini.

Terdapat beberapa lokasi penyelaman di Pulai Wangi-wangi, yakni Sombu, Kapota Ujung atau Tanjung Kapota, Kapota Danau, Pintu Masuk atau Wandoka Pinnacle, Stasiun Muka Kampung, dan Waha.

Kompas/Heru Sri Kumoro

Suasana pagi di Pantai Patuno, Pulau Wangi-wangi, Wakatobi, Rabu (22/6).

Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi juga mendata beberapa obyek wisata yang menarik, di antaranya Pantai Kaluku, Pantai Moli’i Sahatu, Pantai Jodoh, Pantai Melai One, Pantai Waikesa, Pantai Sousu, dan Pantai Waha atau Pantai Cemara. Sejumlah wisata hutan yang menarik di antaranya Hutan Lindung Motika, Hutan Lindung Tindoi, serta Hutan Mangrove Liya Bahari dan Liya Togo.

Selain itu, para wisatawan juga dapat menikmati wisata pemandian air di sejumlah goa. Wisata pemandian ini tergolong tradisional, pada umumnya digunakan anak-anak setempat sebagai tempat bermain. Karena relatif dekat dengan garis pantai, air di pemandian ini umumnya terasa asin mirip air payau. Wisata pemandian ini di antaranya Air Goa Kontamale, Air Goa Tee Kosapi, Pemandian Alam Tee Kuea, Air Goa Walobu, Wa Pia-pia, dan Watu Tofengka.

Keunikan wisata di Wakatobi menjadi daya penarik bagi ”gerbong” wisata di kawasan Indonesia bagian timur. Pengembangan wisata di Wakatobi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Namun, masih dinanti peran pemerintah pusat untuk membangun infrastruktur dan sarana transportasi sehingga Wakatobi dapat menjadi salah satu destinasi pariwisata utama nasional. (LITBANG KOMPAS/TOPAN YUNIARTO)