Didukung oleh
Episode 7

Selayar

Selayar di Sulawesi Selatan saat ini seperti di antara persimpangan jalan, menuju pelestarian atau perusakan alam. Kearifan lokal dalam mengelola perairan seperti ongko, sero, dan kuliner ilasa merupakan bukti modalitas mereka dalam melindungi laut. Di sisi lain, praktik penangkapan ikan dengan cara merusak, termasuk bom, hingga kini masih terjadi.

Menyingkap Masa Lalu dari Karang Batu

Kami nyaris menghentikan pencarian saat sebuah struktur karang masif Porites sp dengan tinggi lebih dari 2 meter menarik perhatian Andi Irham. Saat itu, Senin (23/10) jelang petang, di belakang resor Pulau Tinabo di dalam kawasan Taman Nasional Takabonerate, Selayar, Sulawesi Selatan. Sebelumnya, nyaris satu jam kami berputar-putar mencari karang masif tersebut di antara gugusan karang lain, […]

Kampung Penyu dari Mantan Pemburu

Empat tahun lalu, Datu (47) mengambil belokan tajam dalam jalur hidupnya. Belasan tahun mencari nafkah sebagai pemburu telur penyu, ia beralih menjadi penjaga satwa dilindungi tersebut. Lelaki ramah itu kini mengelola ”kampung” bagi penetasan ribuan telur penyu, perawatan tukik, dan akhirnya melepasnya kembali ke alam. Di tepi pantai Desa Barugaia, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar, […]

Menjaga Hidup dan Masa Depan Laut Parak

Suasana desa di pesisir barat Pulau Selayar, Sulawesi Selatan, itu seperti layaknya desa-desa lain di tepi pantai. Rumah panggung dan beton berselingan di bawah naungan nyiur yang daunnya sesekali meliuk bersama angin. Tenang dan tenteram. Laut menjadi penopang utama kehidupan dan ketenangan itu. Maka, barang siapa merusak laut berarti harus berani bertaruh nyawa melawan warga […]

Kearifan Lokal yang Beradu Cepat dengan Kerusakan Perairan

Matahari di Desa Bungaiya, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Rabu (25/10), baru saja meninggi tatkala Patta (65) meniti jalinan kayu-kayu katonde, yang membentuk struktur pohon cemara raksasa atau anak panah di perairan. Struktur itu adalah alat tangkap ikan statis bernama sero atau bila dalam bahasa setempat. Sero milik Patta memiliki panjang 100 meter, […]

”Ilasa”, Kuliner Rasa Konservasi

Ikan segar, kelapa muda, dan air laut menjadi kunci kelezatan ilasa, masakan tradisional ala Desa Patilereng, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar. Air laut menjadi bahan makanan? Benar. Itulah alasan mengapa warga Patilereng menjaga kebersihan air laut sebagai bagian dari konservasi. Tentu saja, air lautnya tetap bersih. Kalau sudah tercemar, siapa yang mau menyantap ilasa? Suatu […]

Dai Terumbu Karang

Di kalangan para pembius dan pengebom ikan di Pulau Selayar, Sulawesi Selatan, nama Andi Nawir (63) adalah momok. Mereka ciut nyali dan mengurungkan niat untuk merusak laut begitu mengingat nama dan wajahnya. Nawir sendiri menghibahkan hidupnya untuk menjaga kelestarian laut. Dia keliling masjid dan kampung-kampung berdakwah tentang keutamaan menjaga laut, juga tak takut mati mengejar […]

Dari Tinabo ke Rajuni

Mengunjungi kawasan Taman Nasional Takabonerate di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, mestilah pula menjejakkan kaki di Pulau Tinabo dan Pulau Rajuni. Sejarah sebagai pusat perdagangan di masa lalu serta pusat kegiatan pariwisata di masa kini menjadi alasan perlunya Pulau Tinabo dikunjungi. Pulau Rajuni merupakan pulau dengan kepadatan penduduk tinggi. Sahar, anggota lembaga nonpemerintah World Wide […]

Ikan Tetap Melimpah di Laut Selayar

Semburat warna jingga mulai terlihat di langit Selayar ketika tim Kompas menapakkan kaki di Dermaga Desa Parak, Kamis (26/10). Petang itu, tidak ada kapal atau perahu berlabuh di dermaga yang menjorok ke laut sepanjang 100 meter ini. Anak-anak yang biasanya selalu ramai mengisi dermaga itu dengan kegiatan memancing dan mandi sudah tidak terlihat. Puluhan sampan […]

Kearifan Lokal Selayar dalam Menjaga Laut

Hari belum terang benar ketika Tim Jelajah Terumbu Karang Harian Kompas meninggalkan kompleks penginapan d’Shorea, di pinggiran Kota Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis (26/10). Suasana jalan masih sedikit gelap meskipun sudah dibantu penerangan lampu mobil. Suasana masih sepi ketika mobil menyusuri jalan beraspal Kota Benteng. Di bawah siraman sinar lampu jalan, mobil kami […]

Mengibarkan Kembali Tenun Selayar

Berabad silam, kain tenun dari Pulau Selayar, Sulawesi Selatan, ”berkibar” di seluruh Nusantara. Namun, perjalanan waktu membuat warisan budaya itu nyaris menyentuh titik nadir. Kini, upaya membangkitkan kembali kejayaan tenun Selayar mulai dirintis. Hujan masih lebat saat Tim Jelajah Terumbu Karang Harian Kompas tiba di depan sebuah rumah di pinggir jalan poros Pulau Selayar, Sulawesi Selatan, […]

Cerita ”Emas Hijau” di Selayar

Kelapa pernah menjadi pilar utama perekonomian warga Selayar sehingga disebut sebagai ”emas hijau”. Sebutan emas hijau bukan tanpa alasan karena keuntungan dari penjualan kopra sebagai olahan kelapa kerap diwujudkan menjadi gigi emas. Adapun pohon kelapa kerap dijadikan sebagai mas kawin dalam pernikahan. Walau kini kelapa di Selayar tidak lebih berharga dibandingkan beras, kelapa tetap menjadi […]

Menanti Layar Terkembang di Selayar

Patta (65), selama 10 tahun terakhir, mencari penghasilan dengan memanen ikan di dalam bila atau sero di Desa Bungaiya, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Sebelumnya, Patta adalah pencari teripang dan mutiara. Ia menyelam dengan kompresor hingga kedalaman 50 meter. Terkadang, ia berada di dasar laut selama satu jam. Selama 20 tahun menyelam, sayangnya […]

Membentengi Laut dengan Kearifan Lokal

Zaenal Yasni sangat bersemangat menceritakan kembali pengalamannya ketika pertama kali menjadi Kepala Desa Parak pada 2005. Waktu itu, Zaenal sering berhadapan dengan para pengebom ikan di Laut Parak. Hampir tiap pekan dia harus berkoordinasi dengan jajaran pemerintahannya, aparat kepolisian, dan warga desa untuk menghentikan praktik penangkapan ikan yang merusak laut tersebut. Tekad Zainal memberantas pengeboman […]

Kekayaan Alam yang Cenderung Tanpa Kesejahteraan

Takabonerate di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, adalah cermin kekayaan alam yang cenderung belum diikuti dengan kesejahteraan bagi penduduknya. Menyandang status sebagai taman nasional sejak 1992, setelah ditetapkan menjadi cagar alam pada 1989, sebagian penduduknya relatif masih berjuang untuk memperoleh kesejahteraan. Praktik penangkapan ikan tidak lestari, di antaranya dengan menggunakan bom, memperburuk tingkat kesejahteraan tersebut. Fahmi […]

Kerabat Kerja
Penasihat
Ninuk Mardiana Pambudy
Ketua Tim Jelajah Terumbu Karang
Ichwan Susanto
Wakil Ketua
Ingki Rinaldi
Reporter
Mohammad Hilmi Faiq Mohamad Final Daeng
Fotografer & Videografer
Heru Sri Kumoro
Litbang
Sultani
Editor
Haryo Damardono Prasetyo Eko P Lucky Pransiska
Infografik/Videografik
Parlindungan Siregar Danial AK
Paralaks
Toto Sihono
Desainer Web
Gregorius Andito Herjuno
Penyelaras Bahasa
Teguh Candra Priskilia BC
Penyunting Video
Ant Sunardi Vincentzo Calviny Joski Buyung Wijaya K